Showing posts with label tinggi. Show all posts
Showing posts with label tinggi. Show all posts
Thursday, October 6, 2016
Demokrasi Pendidikan di Indonesia dan Otonomi Perguruan Tinggi Oleh ARFIYAN BAYU BEKTI
Demokrasi Pendidikan di Indonesia dan Otonomi Perguruan Tinggi Oleh ARFIYAN BAYU BEKTI
DEMOKRASI DAN OTONOMI PENDIDIKAN
Demokrasi Pendidikan di Indonesia dan Otonomi Perguruan Tinggi

Oleh : ARFIYAN BAYU BEKTI
BAB I
PENDAHULUAN
Kapitalisme sebagai ideologi dominan saat ini punya pengaruh yang sangat besar dalam setiap denyut nadi kehidupan manusia. Dominasi kapitalisme tidak hanya dalam wilayah ekonomi, tapi telah merambah ke wilayah yang lain, termasuk didalamnya dunia pendidikan. Dalam wilayah pendidikan, dampak yang paling nyata dari dominasi kapitalisme adalah pada salah satu produk yang dihasilkannya, yaitu cultur of positivism. Pengaruh kapitalisme dan budaya positivisme terhadap pendidikan sangat jelas.
Model budaya positivisme yang memandang guru sebagai subjek yang mengetahui segalanya dan murid di anggap tidak mengerti apa-apa. Hal ini disebabkan apa yang ditekankan dalam proses pembelajaran adalah bagaimana memiliki dan mengakumulasi pengetahuan, bukan bagaimana memahami, mengkritik, memproduksi dan menggunakan pengetahuan sebagai alat untuk mengubah realitas. Dengan demikian diperlukan adanya demokrasi pendidikan, yakni pendidikan dilandaskan pada visi untuk membangun masyarakat yang demokratis. Demokrasi pendidikan merupakan suatu pandangan yang mengutamakan hak, kewajiban dan perlakuan oleh tenaga kependidikan terhadap peserta didik dalam proses pendidikan.
Pelaksanaan demokrasi pendidikan di indonesia ini sebenarnya telah diatur sejak diproklamasikan kemerdekaan hingga masa pembangunan saat ini. hal ini tercantum dalam UUD 45 Pasal 31:
a. Tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran.
b. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur undang-undang.
UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Pada BAB IV, Pasal 5, ayat 1 menyebutkan: Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.[1][1]
Dengan melihat Undang-Undang SISDIKNAS tersebut apakah realita yang ada memang sudah sejalan dengan cita-cita demokrasi pendidikan di Indonesia?
Kemudian ketika membicarakan issu mengenai RUU (Rancangan Undang-Undang) BHP (Badan Hukum Pendidikan) yang katanya akan mendorong Universitas menjadi world class univercity sebab akan memberikan otonomi kampus seluas-luasnya yang kemudian dampaknya dicurigai mengarah pada komersialisasi pendidikan. Walaupun pada akhirnya RUU BHP resmi dicabut oleh Mahkamah Konstitusi. Kemudian muncul Issu paling baru adalah mengenai Undang-Undang Nomor 12/2012 tentang pendidikan tinggi. UU PT diharapkan mampu menjadi payung hukum pengaturan pendidikan tinggi di Indonesia. Kemudian muncul pertanyaan bagaimana penerapan otonomi perguruan tinggi itu? Dan bagaimana keterkaitannya dengan BHP dan UU No.12/2012?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Demokrasi Pendidikan
1. Pengertian Demokrasi Pendidikan
Istilah demokrasi sebagaimana dalam literatur politik diambil dari bahasa Yunani kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu demos yang bermakna rakyat dan kratosyang berarti kekuasaan, dan apabila digabungkan menjadi bermakna kekuasaan di tangan rakyat.[2][2] Sedangkan pendidikan meburut Ki Hajar Dewantara merupakan proses kebudayaan yang utuh. Ia tidak saja berurusan dengan pengajaran semata. Tetapi juga berurusan dengan bakat, psikologi, karakter, dan moral. Pendidikan juga tidak terbatas pada ruang formal dan non formal belaka, seperti sekolah dan tempat kursus. Pendidikan meliputi seluruh kehidupan di alam semesta yang dimulai dari keluarga.[3][3]
Berdasarkan definisi diatas dapat dipahami bahwa demokrasi pendidikan merupakan suatu pandangan yang mengutamakan hak, kewajiban dan perlakuan oleh tenaga kependidikan terhadap peserta didik dalam proses pendidikan.
Hubungan antara demokrasi dan pendidikan sangat erat dan bersifat saling memberi dan saling membutuhkan. Menurut Dewey, pendidikan tanpa demokrasi akan menjadi kering, menjemukan dan merana. Demokrasi adalah system bentuk kehidupan social yang ditandai dengan kontak interaksi yang terbuka diantara warga masyarakat. Kontak-kontak interaksi ini memungkinkan setiap individu mendapatkan pengalaman yang tidak terbatas. Pengalaman yang diperoleh masing- masing individu ada hakikatnya merupakan pendidikan, sehingga masing-masing individu akan mampu mengembangkan pengalaman yang diperoleh dan dapat memperhitungkan pengalaman baru yang akan diperoleh sebagai hasil mendapatkan pengalaman sebelumnya. Tanpa kontak interaksi tidak akan ada pengalaman, dan tanpa pengalaman tidak ada learning. Dan berikutnya, tanpa ada learningkontak-kontak int
Read more »
Go to link download
Wednesday, August 31, 2016
Samsung Galaxy A9 Muncul di GeekBench Cetak Skor Tinggi dengan Snapdragon 620
Samsung Galaxy A9 Muncul di GeekBench Cetak Skor Tinggi dengan Snapdragon 620
Berita yang telah beredar sebelumnya, bahwa Samsung selama ini tengan memperisapkan smartphone terbaru Galaxy A9 yang akan mengisi posisi tertingi di keluarga Galaxy A-series. Kini perangkat tersebut muncul di database software GeekBench beberapa hari yang lalu. Pada benchmark tersebut, terlihat Galaxy A9 mengusung chipset kelas menengah dari Qualcomm, yakni Snapdragon 620.
Seperti yang diberitakan VR-zone, Minggu (22/11/2015), perangkat yang muncul di database GeekBench itu memiliki nomor model SM-A9000 yang diyakini sebagai Samsung Galaxy A9. Handset tersebut disokong oleh chipset Qualcomm MSM8976 Snapdragon 620 yang memiliki prosesor octa core dengan dual cluster. Prosesor terdiri dari quad core ARM Cortex-A72 untuk penanganan tugas berat dan quad core Cortex-A53 untuk menangani tugas ringan.
Pada uji single core, perangkat dengan nomor model SM-A9000 itu berhasil menorehkan skor single core 1.446 dan juga 4.134 pada skor multi core. Terlihat dari hasil benchmark tersebut, performa dari Snapdragon 620 hampir mengalahkan skor Snapdragon 810. Skor yang terbilang tinggi ini membuktikan bahwa Snapdragon 620 mampu diajak menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan atau untuk bermain game bergrafis berat.
Tak hanya dari prosesor saja yang mumpuni, handset ini juga dibekali dengan RAM sebesar 3GB yang pastinya sangat ampuh untuk diajak ber-multitasking. Selain Galaxy A9, Samsung juga diketahui sedang mengerjakan penerus dari seri Galaxy A lainnya, yakni Galaxy A3, Galaxy A5, dan Galaxy A7. Nah, seri Galaxy A sendiri dikhususkan untuk kalangan menengah ke bawah.
Go to link download
Subscribe to:
Posts (Atom)