Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts
Tuesday, October 25, 2016
Akulturasi Budaya Dakwah Islam di Indonesia oleh Wali Songo
Akulturasi Budaya Dakwah Islam di Indonesia oleh Wali Songo

Akulturasi Budaya Dakwah Islam di Indonesia oleh Wali Songo
Artikel ini sebenarnya bahan ajar Pelajaran SKI Kelas XII IPA Semester 1. Dalam BAB ini membahas Kontribusi Wali Songo dalam Dakwah Islam Di Indonesia.
Untuk artikel tersebut bisa anda Dowload pada Link di bawah ini.
Gratiiiiisssssssss..........
Semboyan Penulis: Mencerdaskan Masyarakat Indonesia Terutama Generasi Muda Demi Kebesaran Bangsa.
Kalau ingin Copy Paste Artikel ini, silahkan saja dan penulis Ikhlas
heheheheeee
Salam JONES Gan
Download
Tanks To :
1. Deby Shakeb S.
2. Nur Kholisatun N.
3. Roisatun Nisa
4. Siti Aminah
5. Siti Subaidah
6. Titin Wasiati
7. Wiwiet Arianti
8. Yeni Nurrohmah
9. Zusnia Wardatus S.
10. Dkk
Go to link download
Friday, September 16, 2016
Makalah Perkembangan Islam Pada Masa Kerajaan Syafawiyah Di Persia
Makalah Perkembangan Islam Pada Masa Kerajaan Syafawiyah Di Persia
Makalah Perkembangan Islam Pada Masa Kerajaan Syafawiyah Di Persia

BAB 1
PENDAHULUAN
Mempelajari sejarah perkembangan islam tak bisa dilepaskan dari peran beberapa kerajaan islam. mulai dari masa awal islam berdiri. Meski saat itu tidak berupa kerajaan (Monarkhi ), masa Khulafa arrosidin islam adalah Negara besar yang berpusat di madinah.
Kemudian Masa Dinasti Bani Umayah dilanjutkan oleh dinasti Abbasyiyah sampai kemunculan kerajaan Turki Usmanni (Ottoman ) di Turki, Kerajaan Syafawi di Persia dan Mughal di India.
Dalam pembahasan makalah ini, kami akan mengkaji perkembangan islam pada masa kerajaan Syafawiyah di Persia ( Iran saat ini ) mulai sejarah berdirinya dan perkembangan politik masa itu, kemajuan yang dicapai dan sebab kemundurannya. Lahirnya Dinasti Syafawi adalah kebangkitan kembali kejayaan islam ketika islam sebelumnya pernah mengalami masa kecemerlangan[1]. Yaitu masa sebelum serbuan bangsa mongol.
Blitar, 12 Maret 2011
Penyusun
BAB II
PEMBAHASAN
A. Latar belakang terbentuknya kerajaan Syafawi .
Nama Syafawi menurut Sayid Amir Ali berasal dari kata Shafi, suatu gelar bagi nenek moyang raja raja Syafawi yakni Syafi Al Din Ishak Al Ardabil, pendiri dan pemimpin tharekat Syafawiyah[2].
Pada mulanya Syafawi adalah sebuah kelompok Tharekat yang muncul di kota Ardabil, sebuah kota di Negara Azerbaijan, kawasan Asia Tengah sekarang. Tharekat ini memiliki nama yang sama dengan pendirinya yaitu Syafi Al Din yang hidup antara 1252 1334 M.
Syafi Al Din masih memiliki garis keturunan dengan Musa Al Kadzim ( Imam Syiah Keenam ) ketika usianya 25 Tahun ia berguru pada Tajuddin Ibrahim Zahidi yang dikenal dengan julukan Zahid Al Ghilani. Meski berasal dari kalangan berada Shafi Al Din lebih memilih kehidupan sufi sebagai jalan hidupnya.
Karena pentasnya dalam kehidupan tasawuf Shafi Al Din diambil menantu oleh gurunya tersebut. Tarekat Syafawiyah didirikan oleh Shafi Al Din pada tahun 1301 M. Yaitu saat dia menggantikan mertua sekaligus gurunya Tajuddin yang wafat tahun 1301 M.
Pada mulanya gerakan Taswuf Syafawiyah bertujuan memerangi orang orang yang ingkar, golongan ahli ahli bidah. Tarekat ini berkembang pesat seteah ia mengubah bentuk dari pengajian tasawuf murni menjadi gerakan keagamaan yang berpengaruh besar di Persia, Syiria dan Anatolia. Di luar negeri Ardabil Safi Al Din menempatkan seorang wakil wakil yang bergelar khalifah[3].
Lama kelamaan murid murid thariqot ini berubah menjadi tentara yang teratur, fanatik dalam kepercayaannya dan menentang setiap orang yang tidak mengikuti fahamnya. Kian lama mereka kian mengatur kekuasaan dan disiplin, sehingga menimbulkan kecurigaan pada pihak kerajaan yang berkuasa. Melihat bahaya ini pada tahun 1360 M, pemimpinnya Syeikh Sadrudin bin Syeikh Safiyudin ditangkap dan dipenjara atas perintah Gebernur negeri Azerbeijan. Setelah itu yang menggantikannya ialah putranya Syeikh Junaid, tetapi dalam hal ini pamannya Jafar, sehingga. Terpaksalah Syeikh Junaid Menyembunyikan diri di Diyarbakr sampai disana dia dapat mengumpulkan dan memperkuat pengikutnya yang kian lama kian banyak. Dia tinggal di Istana Uzun Hasan, yang ketika itu menguasai sebagian besar Persia. Ia juga berhasil mempersunting salah seorang saudara perempuan Uzun Hasan.
Pada tahun 1459 M, Juneid mencoba merebut Ardabil tetapi gagal. Tahun 1460 M, ia mencoba merebut Sireassia tetapi pasukan yang dipimpinnya dihadang oleh tentara Sirwan. Dan ia pun terbunuh dalam peperangan tersebut.
Pada saat itu, istrinya melahirkan seorang putra yang diberi nama Haidar. Dia diasuh dan didik oleh ibunya dan Ouzun Hasan sampai dewasa dan sanggup memegang kembali pemerintahan pusaka ayah dan nenek moyangnya itu. Kepemimpinan Syafawi baru diserahkan secara resmi pada tahun 1470 M. Hubungan Haidar dengan Uzun Hasan semakin erat setelah Haidar meminang salah satu cucunya. Dari perkawinan itu lahirlah Ismail pada tanggal 17 Juli 1487 M. Ismail inilah yang dipandang sebagai pendiri yang pertama dari kerajaan Safawiyah.
Tahun 1476 M. A-K Koyunlu ( Domba putih ) menang atas Kara Konyulu (Domba hitam), membuat gerakan Safawi yang dipimpin oleh Haidar dipandang sebagai rival politik oleh A K Koyunlu dalam meraih kekuasaan selanjutnya. Akan tetapi, Ak Koyunlu berusaha melenyapkan kekuatan militer dan kekuasan Dinasti Safawi. Karena itu, Safawi menyerang wilayah Sircassia dan pasukan Sirwan. Ak Koyunlu mengirimkan bantuan militer kepada Sirwan, sehingga pasukan Haidar kalah dan Haidar pun terbunuh dalam perang itu.
Dia wafat meninggalkan 3 orang putera. Pertama Ali, yang tewas pada satu peperangan. Kedua Ismail dan ketiga Ibrahim. Karena takut dianiyaya oleh musuh musuh ayahnya, beberapa lamanya Ismail dan Ibrahim di sembunyikan oleh pengikutnya.
Sebelum Ali meninggal dia sempat mengangkat adik bungsunya, Ismail bin Haidar yang waktu itu masih berumur tujuh tahun untuk menjadi pemimpin gerakan Syafawi.
Meskipun ayahnya dulu belum mampu mewujudkan cita cita gerakan Syafawi, namun ia sempat memberikan atribut kepada pendukungnya yakni berupa serban merah yang berumbai dua belas, sehingga mereka terkenal dengan sebutan kepala merah atau Qizilbas. Umbai dua belas menunjukkan Syiah Immamiah dua belas yang menjadi panutannya[4].
Saat Ismail memangku gerakan Syafawi, dia baru berusia tujuh tahun. Selam lima tahun, Ismail beserta pasukannya bermarkas di Gilan untuk mempersiapkan kekuatan dan mengadakan hubungan dengan para pangikutnya di wilayah Azerbaeijan, Syiria dan Anatolia.
Tahun 1500 M dia pergi ke Kiswin karena disana berkumpul para pengikutnya yang kian lama kian banyak, terutama dari bangsa turki, sehingga dia dapat menaklumkan jihad terhadap orang Kristen Georgia.
Di bawah pimpinan Ismail, pada tahun 1501 M pasukan Qizilbash, menyerang dan mengalahkan Ak Koyunlu di Sharur, dekat Naikhchivan
Read more »
Go to link download
Labels:
di,
islam,
kerajaan,
makalah,
masa,
pada,
perkembangan,
persia,
syafawiyah
Wednesday, September 14, 2016
Makalah Radikalisme Islam
Makalah Radikalisme Islam
PENDAHULUAN
A. Pengertian Radikalisme Islam
Radikalisme dalam artian bahasa berarti paham atau aliran yang mengingikan perubahan atau pembaharuan social dan politikdengan cara kekerasan atau drastis1. Namun, dalam artian lain, esensi radikalisme adalah konsep sikap jiwa dalam mengusung perubahan. Sementara itu radikalisme menurut pengertian lain adalah inti dari perubahan itu cenderung menggunakan kekerasan2.
Yang dimaksud dengan radikalisme adalah
gerakan yang berpandangan kolot dan sering menggunakan kekerasan dalam mengajarkan keyakinan mereka3. Sementara Islam merupakan agama kedamaian yang mengajarkan sikap berdamai dan mencari perdamaian4. Islam tidak pernah membenarkan praktek penggunaan
gerakan yang berpandangan kolot dan sering menggunakan kekerasan dalam mengajarkan keyakinan mereka3. Sementara Islam merupakan agama kedamaian yang mengajarkan sikap berdamai dan mencari perdamaian4. Islam tidak pernah membenarkan praktek penggunaan
kekerasan dalam menyebarkan agama, paham keagamaan serta paham politik.
Dawinsha mengemukakan defenisi radikalisme menyamakannya dengan teroris.Tapi ia sendiri memakai radikalisme dengan membedakan antara keduanya. Radikalisme adalah kebijakan dan terorisme bagian dari kebijakan radikal tersebut5. defenisi Dawinsha lebih nyata bahwa radiklisme itu mengandung sikap jiwa yang membawa kepada tindakan yang bertujuan melemahkan dan mengubah tatanan kemapanan dan menggantinya dengan gagasan baru.
Makna yang terakhir ini, radikalisme adalah sebagai pemahaman negatif dan bahkan bisa menjadi berbahaya sebagai ekstrim kiri atau kanan.
1. Sejarah Radikalisme.
Munculnya isu-isu politis mengenai radikalisme Islam merupakan tantangan baru bagi umat Islam untuk menjawabnya. Isu radikalismeIslam ini sebenarnya sudah lama mencuat di permukaan wacana
internasional. Radikalisme Islam sebagai fenomena historis-sosiologis merupakan masalah yang banyak dibicarakan dalam wacana politik dan peradaban global akibat kekuatan media yang memiliki potensi besar dalam menciptakan persepsi masyarakat dunia6. Banyak label label yang diberikan oleh kalangan Eropa Barat dan Amerika Serikat untuk menyebut gerakan Islam radikal, dari sebutan kelompok garis keras, ekstrimis, militan, Islam kanan, fundamentalisme sampai terrorisme. Bahkan di negara-negara Barat pasca hancurnya ideology komunisme (pasca perang dingin) memandang Islam sebagai sebuah gerakan dari peradaban yang menakutkan. Tidak ada gejolak politik yang lebih ditakuti melebihi bangkitnya gerakan Islam yang diberinya label sebagai radikalisme Islam. Tuduhan-tudujan dan propaganda Barat atas Islam sebagai agama yang menopang gerakan radikalisme telah menjadi retorika internasional.
Label radikalisme bagi gerakan Islam yang menentang Barat dan sekutu-sekutunya dengan sengaja dijadikan komoditi politik. Gerakan perlawanan rakyat Palestina, Revolusi Islam Iran, Partai FIS Al-Jazair, perilaku anti-AS yang dipertunjukkan Muammar Ghadafi ataupun Saddam Hussein, gerakan Islam di Mindanao Selatan, gerakan masyarakat Muslim Sudan yang anti-AS, merebaknya solidaritas Muslim Indonesia terhadap saudara-saudara yang tertindas dan sebagainya, adalah fenomena yang dijadikan media Barat dalam mengkapanyekan label radikalisme Islam.Tetapi memang tidak bisa dibantah bahwa dalam perjalanan sejarahnya terdapat kelompok-kelompok Islam tertentu yang menggunakan jalan kekerasan untuk mencapai tujuan politis atau mempertahankan paham keagamaannya secara kaku yang dalam bahasa peradaban global sering disebut kaum radikalisme Islam.
Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Ahmad Bagja, radikalisme muncul karena ketidakadilan yang terjadi di dalam masyarakat. Kondisi tersebut bisa saja disebabkan oleh negara maupun kelompok lain yang berbeda paham, juga keyakinan. Pihak yang merasa diperlakukan secara tidak adil, lalu melakukan perlawanan.
Radikalisme tak jarang menjadi pilihan bagi sebagian kalangan umat Islam untuk merespons sebuah keadaan. Bagi mereka, radikalisme merupakan sebuah pilihan untuk menyelesaikan masalah. Namun sebagian kalangan lainnya, menentang radikalisme dalam bentuk apapun.
Sebab mereka meyakini radikalisme justru tak menyelesaikan apapun. Bahkan akan melahirkan masalah lain yang memiliki dampak berkepanjangan. Lebih jauh lagi, radikalisme justru akan menjadikan citra Islam sebagai agama yang tidak toleran dan sarat kekerasan.
Cendekiawan Muslim, Nazaruddin Umar, mengatakan radikalisme sebenarnya tak ada dalam sejarah Islam. Sebab selama ini Islam tak menggunakan radikalisme untuk berinteraksi dengan dunia lain. Dalam sejarahnya, Nabi selalu mengajarkan umatnya untuk bersikap lemah lembut, tegasnya.
Ini berarti, jelas Nazaruddin, bahwa penyebaran ajaran Islam yang diemban oleh Nabi Muhammad dilakukan dengan cara yang santun dan lemah lembut. Nabi mengajarkan untuk memberikan penghormatan kepada orang lain meski mereka adalah orang yang memiliki keyakinan yang berbeda.
Nazaruddin menambahkan bahwa ajaran Islam yang masuk ke Indonesia juga dibawa dengan cara yang sangat damai. Pun penyebaran Islam yang terjadi di Negara lainnya. Ini sangat berbeda dengan negara-negara lain, terutama imperialis.
2. Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Gerakan Radikalisme
Gerakan radikalisme sesungguhnya bukan sebuah gerakan yang muncul begitu saja tetapi memiliki latar belakang yang sekaligus menjadi faktor pendorong munculnya gerakan radikalisme. Diantara faktor-faktor itu adalah :
Pertama,faktor-faktor sosial-politik. Gejala kekerasan agama lebih tepat dilihat sebagai gejala sosial-politik daripada gejala keagamaan. Gerakan yang secara salah kaparah oleh Barat disebut sebagai radikalisme Islam itu lebih tepat dilihat akar permasalahannya dari sudut konteks sosial-politik dalam kerangka historisitas manusia
yang ada di masyarakat. Sebagaimana diungkapkan Azyumardi Azra 11 bahwa memburuknya posisi negara-negara Muslim dalam konflik utara-selatan menjadi penopong utama munculnya radikalisme. Secara historis kita dapat melihat bahwa konflik-konflik yang ditimbulkan oleh kalangan radikal dengan seperangkat alat kekerasannya dalam menentang dan membenturkan diri dengan kelompok lain ternyata lebih berakar pada masalah sosial-politik. Dalam hal ini kaum radikalisme memandang fakta historis bahwa umat Islam tidak diuntungkan oleh peradaban global sehingga menimbulkan perlawanan terhadap kekuatan yang mendominasi.
Dengan membawa bahasa dan simbol serta slogan-slogan agama kaum radikalis mencoba menyentuh emosi keagamaan dan mengggalang kekuatan untuk mencapai tujuan mulia dari politiknya. Tentu saja hal yang demikian ini tidak selamanya dapat disebut memanipulasi agama karena sebagian perilaku mereka berakar pada interpretasi agama dalam melihat fenomena historis. Karena dilihatnya terjadi banyak Islam dan Wacana
[Syamsul Bakri] 7 penyimpangan dan ketimpangan sosial yang merugikan komunitas Muslim maka terjadilah gerakan radikalisme yang ditopang oleh sentimen dan emosi keagamaan.
Kedua,faktor emosi keagamaan. Harus diakui bahwa salah satu peny
Read more »
Go to link download
Labels:
islam,
makalah,
radikalisme
Wednesday, September 7, 2016
ORGANISASI ISLAM DAN TOKOH DI INDONESIA
ORGANISASI ISLAM DAN TOKOH DI INDONESIA

ORGANISASI ISLAM DAN TOKOH DI INDONESIA
Kronologi organisasi islam di Indonesia
Lahirnya pergerakan dan organisasi Islam sebagai bentuk baru dari instrument pengembangan Islam, dalam meneruskan kiprah sebelumnya yaitu perjuangan para wali songo. Wajah islam klasik akhirnya tersentralisasi pada kerajaan, oleh sebab itu islam menjadi formalistic kendati bentuknya masih sederhana. Diarea pertengahan, potret semacam ini sudah tidak ada lagi. Dominasi kerajaan sudah berangsur-angsur memudar. Sebaliknya umat islam sudah mulai mengenal system keorganisasian modern. Sehingga di era ini mulai berdiri pergerakan-pergerakan islam dimana-mana.
Tidak bias dipungkiri kecenderungan lahirnya pergerakan islam di Indonesia juga di kondisikan oleh situasi nasional yang berada dalam cengkraman kolonialisme. Jadi, pergerakan tersebut didirikan dalam rangka mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Dalam konteks ini islam mempunyai andil besar dalam mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan. Dengan demikian pergerakan islam saat itu mempunyai dua makna strategis.
Untuk selengkapnya silahkan Download File pada Link di bawah ini.
Tenang ja Brewww.... GRATIS kok
Penulis hanya ingin be3rbagi Ilmu dan menginginkan Bangsa Indonesia menjadi pintar dengan Sejarah.
Salam JONES Gan.
Download
Tank To:
1. Alif Basori
2. Aly Rochmad
3. Anazah Alfiani
4. Imam Mustofa
5. M. Rois Subhan
6. Novi Lailatul Mukaromah
7. Nur Janah
8. Ana Maria Soya
9. Khoirotul Wahidah
10. Dkk
Go to link download
Subscribe to:
Posts (Atom)