Showing posts with label eka. Show all posts
Showing posts with label eka. Show all posts

Monday, October 17, 2016

DEMOKRASI DAN DESENTRALISASI PENDIDIKAN Oleh EKA YANUARTI M Pd I

DEMOKRASI DAN DESENTRALISASI PENDIDIKAN Oleh EKA YANUARTI M Pd I




DEMOKRASI DAN DESENTRALISASI PENDIDIKAN
Oleh : EKA YANUARTI, M.Pd.I



ABSTRAK

Demokrasi pendidikan adalah mengikutsertakan unsur-unsur pemerintah setempat, masyarakat  dan orang tua untuk saling bahu-membahu menyelenggarakan pendidikan yang dikehendaki bagi anak-anaknya, dengan berpedoman pada  ketentuan-ketentuan umum yang berlaku.
            Desentralisasi pendidikan diartikan sebagai pelimpahan kekuasaan dan wewenang yang lebih luas kepada daerah untuk membuat perencanaan dan mengambil keputusan sendiri dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi di bidang pendidikan, beserta masyarakat, pengelola dan pengguna pendidikan itu sendiri namun harus tetap mengacu kepada tujuan pendidikan nasional sebagian dari upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional. .        
Kata kunci: Demokrasi dan desentralisasi pendidikan
 A.    Pendahuluan
Reformasi pendidikan, meskipun dikatakan oleh Surakhmad dalam buku Hardiyanto (2004:40) secara psikologis dan politis dirasakan amat terlambat dan secara teknisi dikatakan terlalu cepat, pada dasarnya merupakan salah satu tekad dan gebrakan bangsa Indonesia yang harus tetap dijaga untuk melakukan perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dari kondisi itu tidak mengherankan kalau kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat memperhatinkan, berada pada urutan rendah dibanding dengan pendidikan di negara-negara lain baik pada tingkat regional maupun internasional.
Sebagai usaha untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia, pemerintah Indonesia melaksanakan keinginan reformasi dan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Wacana demokrasi dan desentralisasi pendidikan ini dimunculkan sebagai antisipasi terhadap masa depan yang semakin kompetitif di mana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat.
Makalah sederhana ini akan membahas mengenai bagaimana munculnya  demokrasi dan desentralisasi pendidikan, apa makna dari demokrasi dan desentralisasi pendidikan, serta pelaksanaanya di Indonesia.

B.     Pembahasan
1.    Demokrasi Pendidikan
a.                                                          Munculnya Demokrasi Pendidikan
            Tantangan terbesar dalam dunia pendidikan adalah pemberlakuan era globalisasi, namun di sisi lain era tersebut akan memberikan peluang yang cukup besar dalam mengembangkan peran pendidikan dalam nuansa universal. Pendidikan pada era global mengharuskan suatu peran yang serba instan, baik dari segi pembaruan manajemen, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta nilai-nilai kebudayaan yang progresif.
            Penerapan demokrasi dalam sektor pendidikan merupakan suatu kerangka yang dapat menyerap berbagai tuntutan kebutuhan masyarakat dalam berbagai kondisi heterogenitas, budaya, agama, serta geografis. Hal ini diharapkan agar pendidikan lebih mengedepankan keberagaman metode pendidikan yang mampu mengembangkan kemampuan masyarakat daerah secara professional serta dapat mengembangkan nilai-nilai kemasyarakatan dalam pergaulan nasional, maupun internasional.
            Demokrasi yang dikenal luas sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, ditandai dengan adanya pengakuan dan praktek persamaan hak dan kewajiban dalam masyarakat luas. Pendidikan berjasa dalam membentuk pondasinya seperti rakyat yang tahu hak dan kewajibannya, rakyat yang mengakui persamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan, membuka kesempatan yang luas bagi semua lapisan masyarakat dalam mencapai persamaan, dan membentuk rakyat yang kritis.
Go to link download

Read more »

Friday, October 14, 2016

Kisah Sukses Blogger Eka Lesmana Jadi Jutawan Adsense

Kisah Sukses Blogger Eka Lesmana Jadi Jutawan Adsense


di Kutip dari www.kisahsuksesblogger.com-Kisah Sukses Blogger Eka Lesmana telah menginspirasi ribuan orang Indonesia. Perjalanan nasib seseorang memang tidak ada yang tahu sebelumnya. Lautan luas bisa disebrangi, nasib orang siapa tahu, pepatah yang benar adanya. Setidaknya, keyakinan dan usaha untuk mengubah nasib menyediakan seribu kemungkinan - yang boleh jadi tidak pernah kita bayangkan. Tapi kuasa Allah menjadikan semua hal mungkin. Semua orang berpotensi gagal, tapi juga berpotensi sukses dalam hidupnya. Eka Lesmana, seorang blogger yang berpenghasilan puluhan - ratusan juta perbulan, mungkin di masa-masa sulit hidupnya, tak menyangka bisa meraih kesuksesan seperti sekarang. Yang ia lakukan adalah berusaha dan berusaha dengan full keyakinan akan sukses. Ngeblog, ngeblog, ngeblog dan ngeblog,  sambil terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuhan, itu yang ia lakukan. Selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Ketika kesuksesan tiba, ia tak pelit berbagi ilmu.

Kisah Sukses Blogger Eka Lesmana Jadi Jutawan Adsense




















Inilah kisah sukses blogger Eka Lesmana, dari angon bebek sampai jadi jutawan, semoga menginspirasi kita semua. (Teruskan bacanya...)

Ketika masih kecil Eka Lesmana termasuk anak yang sudah hidup prihatin. Ia hidup bersama kakek neneknya. Pada waktu kelas 4 SD, ibu tercintanya meninggal dunia. Ayahnya menikah lagi dua tahun kemudian dengan seorang wanita. Itu pun tak membuat hidup Eka membaik. Ayahnya malah tidak diketahui keberadaannya. (Mirip kisah hidup saya, gan. Ayah saya meninggalkan rumah ketika saya berumur 2 tahun, sehingga sampai saat ini saya tak tahu gimana raut wajah ayah saya. Bedanya saya masih mempunyai ibu yang sangat bertanggungjawab, banting tulang menghidupi saya, dan tak pernah menikah lagi  - Ena Rs).

Karena kekurangan biaya, pendidikan Eka Lesmana cuma sampai tamat SMP. Itu pun dilakukannya dengan susah payah. Setelah lulus SMP, ia kerja serabutan, apa saja asal jadi uang untuk menghidupi dirinya dan meringankan beban kakek-neneknya yang memang hidupnya pun susah. Ia pernah ikut angon bebek milik pamannya, tapi itu pun tak berlangsung lama karena bebeknya sering hilang.

Setelah gagal angon bebek (hehe), Eka Lesmana diajak bibinya bekerja di Solo. Kerja di pabrik dan pekerjaan lainnya, serabutan yang penting halal. Nah, satu saat ia diajak mandornya pindah kerja ke Jogja karena ia dianggap bagus kerjanya. Maka, goodby Solo, Eka Lesmana menuju Jogja. Gajinya di tempat kerja dinaikan menjadi 1,3 juta.
Di Jogja inilah Eka Lesmana mulai berkenalan dengan dunia IM (Internet Marketing). Berawal dari percakapannya dengan seorang pelanggan tempat ia bekerja. Pelanggannya yang wanita itu sering belanja dengan jumlah yang banyak.

Seperti ditulis oleh Eka Lesmana sendiri di Komunitas Publisher Indonesia, beginilah percakapannya:

Ane (Eka Lesmana) : "Punya toko sendiri ya, mbak....?"
Mbaknya (Si Pelanggan) : "Ya iya mas, tapi kecil-kecilan, kok..."
Ane : "Belinya banyak gitu, pasti toko gede, mbak?"
Mbaknya : "Saya jualan online, kok, mas... jadi lumayan banyak yang beli, dari luar pulau malah yang banyak.."
Ane : "Pake facebook itu ya Mbak? (Pasti nanyanya dengan tampang culun, hehe - +author)
Mbaknya : "Facebook iya, tapi masih di mayoritas pake website mas..."
Ane : "Website itu apa to mbak..?" (Aduh tambah culun saja - +author)
Mbaknya : "Ya, kaya toko gini mas, tapi toko online, coba masnya browsing-browsing, cari tahu tentang apa itu website atau apa itu toko online.."
Ane : "Ok, ok, dech mbak, carinya di google itu yah?" (Lha iya, masa cari website di sungai, hehe - +author).
Mbaknya : "Iya, Mas..."

Eka Lesmana Mulai Belajar IM


Itu percakapan bersejarah bagi Eka Lesmana. Pikirannya bertanya, "kok bisa yah, jualan produk lewat online. Apa ane juga bisa kaya Mbaknya, lha wong apa-apa ga mudeng blass." .Tertarik dengan Si Mbak yang belanja barang banyak untuk dijual secara online, ia mulai menyambangi warnet. Belajar tentang membuat toko online.

Tiap hari Eka Lesmana ke warnet. Hampir 3 bulan ia habiskan waktunya 3-4 jam/hari di warnet, belajar
membuat toko online. Setelah mengumpulkan modal ia membeli laptop merek BYON. Setelah dengan susah payah karena keterbatasan pengetahuan dan tak ada yang membimbing, akhirnya ia bisa membuat toko online. Seneng, tapi tak ada visitor yang membuka websitenya. Ia kemudian dengan tekun belajar kembali bagaimana caranya mendatangkan visitor. Bulan ke-5 toko onlinenya mulai ada pembeli.

Ketika toko onlinenya mulai mendatangkan hasil, ia merasakan kejenuhan dan mulai melirik bisnis online yang lain, tapi banyak tertipunya.Tapi tak dijadikan putus asa, justru hal itu dijadikan pembelajaran yang berharga di dunia internet.

Mulai Mengenal Google Adsene


Ada seorang pelanggan yang datang ke tempat kerjanya. Sayang Eka Lesmana tak menyebutkan siapa-siapanya. Hanya ia merasa orang itu sebagai guru adsense-nya. Dari orang itu ia tahu bahwa dari google adsense bisa menghasilkan uang sampai puluhan juta

Mulailah Eka Lesmana belajar Google Adsense (GA). Berbagai kendala tak membuatnya patah semangat. Pelan tapi pasti ia mulai menguasai google adsense. Toko onlinenya ia jual pada orang lain. Ia menemukan gaya dan strategi yang sederhana tapi jitu dalam GA. Penghasilan awalnya ia mendapatkan 100-200 dollar perbulan. Lumayan

Suatu hari ia bertemu lagi dengan orang yang mengenalkannya pada dunia GA. Ternyata sang guru tersebut memiliki penghasilan dari GA 10.000 dollar perbulan. Eka Lesmana langsung terlecut semangatnya. Ia Full time menjadi blogger.

Ketekunan dan fokus selalu mendatangkan hasil yang sebanding. Kini, setelah proses panjang belajar toko online, GA, pernah tertipu, akhirnya ia berpenghasilan ratusan juta rupiah dari GA. Ia jadi jutawan adsense.

Yang harus menjadi catatan ita adalah Eka Lesmana hanya lulusan SMP. Karena ketekunan ia bisa sukses seperti sekarang ini. Kita yang pendidikannya lebih tinggi dari Eka Lesmana seharusnya merasa malu dan termotivasi untuk sukses seperti dia.

Semoga kisah ini menginspirasi semua. Dari dunia blogger pun bisa sukses dan hidup layak. Semoga kita belajar dari Kisah Sukses Blogger Eka Lesmana


Go to link download

Read more »