Showing posts with label harddisk. Show all posts
Showing posts with label harddisk. Show all posts

Saturday, September 24, 2016

Pengertian Harddisk dan Fungsinya

Pengertian Harddisk dan Fungsinya


Pengertian Harddisk dan Fungsinya - Harddisk adalah media Penyimpanan didalam komputer yang bersifat Permanen, di jadikan sebagai tempat penyimpanan Sistem Operasi dan program Aplikasi, Harddisk mempunyai peran yang sangat penting, dimana ( pada umunya ) Harddisk akan di biah menjadi beberapa Ruang yang disebut sebagai Drive, langkah membagi ruang Harddisk disebut dengan Patisi ( Partition ).
komponen Harddisk antara lain :
Pengertian Harddisk dan Fungsi Komponen-Komponennya

Fungsi Komponen Harddisk

  • Platter
adalah komponen utama Harddisk yang digunakan sebagai tempat menyimpan Data. platter akan dilengkapi dengan track dan sector, ini menyebabkan mengapa sebuah Harddisk kapsitasnya tidak sesuai dengan yang tertera pada  spesifikasinya ( pasti akan lebih sedikit ), karena trac dan sector akan menyimpan ID pengenal untuk Format Harddisk
  • Spindle
adalah komponen harddisk berupa poros yang digunakan untuk menempatkan Platter dan memutar platter ( spindle motor. kualitas sebuah harddisk di tentukan dari Spindle ini, semakin besar kecepatan putar yang dimiliki oleh spindle berarti kecepatan akses pada harddisk pun akan semakin cepat.
  • Head
adalah komponen Harddisk yang berfungsi sebagai piranti Pembaca dan penulis pada Harddisk, dimana setiap Platter akan dilengkapi dengan dua buah head harddisk yang berada di atas dan dibawahnya. cepat atau tidaknya proses pembacaan dan penulisan oleh head akan sangat tergantung pada kondisi sector pada platter.
  • Logic Board
adalah papan utama Harddisk yang dilengkapi dengan piranti penyimpan BIOS Harddisk, sehingga Harddisk akan siap untuk dikenali setiap saat di hubungkan dengan Motherboard.
  • Actual Axis
adlah sebuah gagang atau media yang menyangga Head agar dapat berada diatas atau dibawah platter.
  • Ribbon Cable
adalah sebuah kabel yang menghubungkan antara Head dan Logic Board, sebagai media penghantar informasi dari head ke logic board atau sebaliknya.
  • IDE Connector
adalah media konektor sebagai penghubung secara fisik antara Harddisk dan Motherboard
  • Setting Jumper
adalah media harddisk yang digunakan untuk menentukan kedudukan Harddisk pada BIOS motherboard komputer.
  • Power Connector
adalah media utama tempat untuk menyalurkan sumberdaya bagi Keseluruhan komponen Harddisk
Harddisk adalah sebuah komponen komputer yang sangat rentan terhadap goncangan, karena bentuk gerak apapun selain dari pergerakan yang direncanakan oleh BIOS harddisk akan menmbulkan kerusakan pada Sector Harddisk yang terdapat pada Platter.


Go to link download

Read more »

Sunday, August 7, 2016

Trik Mengembalikan File yang Terhapus di HardDisk Flashdisk

Trik Mengembalikan File yang Terhapus di HardDisk Flashdisk


Trik Mengembalikan File yang Terhapus di HardDisk/ Flashdisk. Pasti diantara kita ada yang pernah kehilangan suatu data penting di flahdisk ataupun komputer misalnya. Hal itu terkadang membuat kita sangat kesal dan jengkel apalagi data yang hilang sangat dibutuhkan dan mendesak.

Pastilah kita menjadi kebingungan untuk bisa mengembalikan data yang hilang tersebut. Tapi sekarang tidak perlu khawatir, sudah ada software recovery data yang dapat menyelamatkan data – data kita lagi. Salah satu software yang saya pikir cukup ampuh dalam menjalankan tugas tersebut adalah Recuva.

Recuva sendiri adalah software recovery data yang bersifat free untuk windows utility. Software ini dapat mengembalikan data yang hilang atau terhapus di harddisk, flashdisk, micro sd, ataupun kartu memory yang lainnya. Jenis file yang dapat dikembalikan pun sangat beragam, hampir semua file dapat dikembalikan, seperti file gambar, document, video, musik, dll.

Bagaimana cara mengembalikan file yang terhapus?

Rasio keberhasilan pengembalian datanya pun terbilang cukup tinggi yaitu diatas 70 %. Nah kali ini saya akan sedikit menjelaskan langkah demi langkah mengembalikan file yang hilang atau terhapus. Oke, langsung saja kita simak dibawah ini:

1. Pastikan sebelumnya sudah menginstall Recuva di komputer masing – masing. Kalau belum punya, bisa langsung aja download softwarenya, setelah di download langsung install filenya di komputer masing – masing.

2. Setelah berhasil terinstall, jalankan program Recuvanya.

3. Setelah itu akan masuk ke halaman wizard dari Recuva itu sendiri. Di bagian kiri bawah ada opsi “Do not show this Wizard on startup” boleh di pilih atau dibiarkan saja, tapi saya sarankan untuk memilihnya. Kemudian klik Next.

mengembalikan file yang terhapus



4. Langkah selanjutnya adalah pilih type file yang akan dikembalikan. Recuva sendiri menyediakan cukup banyak pilihan file yang dapat dikembalikan seperti file gambar, musik, dikumen, video, file berbentuk compressed, dan juga email. Apabila kita tidak tahu jenis file yang ingin kita kembalikan, saya anjurkan untuk memilih All File, dengan tujuan agar semua data yang sudah terhapus dapat ditampilkan listnya lagi, tetapi dengan resiko akan menambah waktu scanning Setelah menentuka tipe filenya, kemudian pilih Next.

mengembalikan file yang terhapus



5. Selanjutnya akan muncul form untuk memilih lokasi file terhapus yang ingin dikembalikan. Ada beberapa pilihan disini, dan saya rasa masing – masing sudah cukup jelas pilihannya. Karena kali ini data atau file saya yang hilang ada di flashdik, maka saya pilih “In specific location”, dan seteleh kemudian Browse dan pilih drive nya, kemudian klik Next.

6. Setelah tipe file dan lokasi file yang ingin dikembalikan sudah dipilih. Langkah selanjutnya tinggal menjalankan programnya, tetapi sebelumnya dari Recuva memberikan opsi “Enable Deep Scan”, jika opsi tersebut dipilih maka sistem akan mencoba mencari file yang terhapus dengan lebih dalam, tetapi dengan konsekuensi waktu scanning menjadi semakin lama.

7. Tunggu proses “Scanning drive for deleted files” selesai, lamanya waktu pengerjaan tergantung besarnya kapasitas drive yang di scan. Makin besar tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama.

mengembalikan file yang terhapus



8. Setelah proses scanning selesai, maka akan ditampilkan list daftar file yang dapat dikembalikan. Pilih file – file yang ingin dikembalikan saja. Setelah semua file dirasa sudah dipilih selanjutnya klik Recover yang ada di bagian kanan bawah.

mengembalikan file yang terhapus



9. Setelah opsi Recover diklik maka kita diminta untuk memilih lokasi dimana kita akan mengembalikan file yang sudah dipilih. Lokasinya harus berbeda dengan tempat file hasil scanning Setelah lokasi dipilih, selanjutnya pilih Ok.
mengembalikan file yang terhapus



10. Tunggu beberapa saat hingga proses pengembalian data selesai. Setelah muncul pesan yang menandakan proses selesali, langkah selanjutnya adalah mengecek file yang sudah dikembalikan tadi. Buka tempat mengembalikan tadi dan pastikan semua file sudah kembali.

mengembalikan file yang terhapus



11. Selamat semua file anda sudah sampai dengan selamat.



Pada Recuva juga disediakan pilihan Advanced Mode, yaitu dengan memilih pilihan option, salah satu yang bisa diatur disini adalah pilihan “Secure Overwriting”, opsi yang disediakan mulai dari Simple Overwriting. Sedangkan pada pilihan actions sendiri akan ditampilkan pilihan metode scanning beserta modus recoverynya. 

Go to link download

Read more »