Showing posts with label berbasis. Show all posts
Showing posts with label berbasis. Show all posts
Thursday, October 20, 2016
PENDIDIKAN BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PERDAMAIAN
PENDIDIKAN BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PERDAMAIAN
PENDIDIKAN BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PERDAMAIAN
A. Pendahuluan
Perkembangan pembangunan nasional dalam era industrialisasi di Indonesia telah memunculkan side effect yang tidak dapat terhindarkan dalam masyarakat. Konglomerasi dan kapitalisasi dalam kenyataannya telah menumbuhkan bibit-bibit masalah yang ada dalam masyarakat seperti ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin, masalah pemilik modal dan pekerja, kemiskinan, perebutan sumber daya alam dan sebagainya. Di tambah lagi kondisi masyarakat Indonesia yang plural baik dari suku, agama, ras dan geografis memberikan kontribusi terhadap masalah-masalah sosial seperti ketimpangan sosial, konflik antar golongan, antar suku dan sebagainya.
Kondisi masyarakat Indonesia yang sangat plural baik dari aspek suku, ras, agama serta status sosial memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap perkembangan dan dinamika dalam masyarakat. Kondisi yang demikian memungkinkan terjadinya benturan antar budaya, antar ras, etnik, agama dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Kasus Ambon, Sampit, konflik antara FPI dan kelompok Achmadiyah, dan sebagainya telah menyadarkan kepada kita bahwa kalau hal ini terus dibiarkan maka sangat memungkinkan untuk terciptanya disintegrasi bangsa
Untuk itu dipandang sangat penting memberikan porsi pendidikan multikultural sebagai wacana baru dalam sistem pendidikan di Indonesia terutama agar peserta didik memiliki kepekaan dalam menghadapi gejala-gejala dan masalah-masalah sosial yang berakar pada perbedaan kerena suku, ras, agama dan tata nilai yang terjadi pada lingkungan masyarakatnya. Hal ini dapat diimplementasi baik pada substansi maupun model pembelajaran yang mengakui dan menghormati keanekaragaman budaya.
B. Pembahasan
1. Memahami pendidikan multikultural
Akar pendidikan multikultural, berasal dari perhatian seorang pakar pendidikan Amerika Serikat Prudence Crandall (18-3-1890) yang secara intensif menyebarkan pandangan tentang arti penting latar belakang peserta didik, baik ditinjau dari aspek budaya, etnis, dan agamanya. Pendidikan yang memperhatikan secara sungguh-sungguh latar belakang peserta didik merupakan cikal bakal bagi munculnya pendidikan multikultural.
Secara etimologi istilah pendidikan multikultural terdiri dari dua term, yaitu pendidikan dan multikultural. Pendidikan berarti proses pengembangan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan melalui pengajaran, pelatihan, proses dan cara mendidik. Dan multikultural diartikan sebagai keragaman kebudayaan, aneka kesopanan.
Sedangkan secara terminologi, pendidikan multikultural berarti proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitasnya sebagai konsekwensi keragaman budaya, etnis, suku dan aliran (agama). Pengertian seperti ini mempunyai implikasi yang sangat luas dalam pendidikan, karena pendidikan dipahami sebagai proses tanpa akhir atau proses sepanjang hayat. Dengan demikian, pendidikan multikultural menghendaki penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap harkat dan martabat manusia.
Konsep pendidikan multikultural dalam perjalanannya menyebar luas ke kawasan di luar AS khususnya di negara-negara yang memiliki keragaman etnis, rasionalisme, agama dan budaya seperti di Indonesia. Sedangkan wacana tentang pendidikan multikultural, secara sederhana dapat didefenisikan sebagai "pendidikan untuk/tentang keragaman kebudayaan dalam meresponi perubahan demografis dan kultural lingkungan masyarakat tertentu atau bahkan dunia secara keseluruhan".
Hal ini sejalan dengan pendapat Paulo Freire, pendidikan bukan merupakan "menara gading" yang berusaha menjauhi realitas sosial dan budaya. Pendidikan menurutnya, harus mampu menciptakan tatanan masyarakat yang terdidik dan berpendidikan, bukan sebuah masyarakat yang hanya mengagungkan prestise sosial sebagai akibat kekayaan dan kemakmuran yang dialaminya. Pendidikan multikultural (multicultural education) merupakan respon terhadap perkembangan keragaman populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap kelompok. Dan secara luas pendidikan multikultural itu mencakup seluruh siswa tanpa membedakan kelompok-kelompoknya seperti gender, etnik, ras, budaya, strata sosial dan agama.
Selanjutnya James Bank, -salah seorang pioner dari pendidikan multikultural dan telah membumikan konsep pendidikan multikultural menjadi ide persamaan pendidikan- mengatakan bahwa substansi pendidikan multikultural adalah pendidikan untuk kebebasan (as education for freedom) sekaligus sebagai penyebarluasan gerakan inklusif dalam rangka mempererat hubungan antar sesama (as inclusive and cementing movement).
Mengenai fokus pendidikan multikultural, Tilaar mengungkapkan bahwa dalam program pendidikan multikultural, fokus tidak lagi diarahkan semata-mata kepada kelompok rasial, agama dan kultural domain atau mainstream. Fokus seperti ini pernah menjadi tekanan pada pendidikan interkultural yang menekankan peningkatan pemahaman dan toleransi individu-individu yang berasal dari kelompok minoritas terhadap budaya mainstream yang dominan, yang pada akhirnya menyebabkan orang-orang dari kelompok minoritas terintegrasi ke dalam masyarakat mainstream. Pendidikan multikultural sebenarnya merupakan sikap "peduli" dan mau mengerti (difference), atau "politics of recognition" politik pengakuan terhadap orang-orang dari kelompok minoritas.
Menurut Sosiolog UI Parsudi Suparlan, Multikulturalisme adalah konsep yang mampu menjawab tantangan perubahan zaman dengan alasan multikulturalisme merupakan sebuah idiologi yang mengagungkan perbedaaan budaya, atau sebuah keyakinan yang mengakui dan mendorong terwujudnya pluralisme budaya sebagai corak kehidupan masyarakat. Multikulturalisme akan menjadi pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan termasuk perbedaan kesukubangsaan dan suku bangsa dalam masyarakat yang multikultural. Perbedaan itu dapat terwadahi di tempat-tempat umum, tempat kerja dan pasar, dan sistem nasional dalam hal kesetaraan derajat secara politik, hukum, ekonomi, dan sosial.
Melihat dan memperhatikan pengertian pendidikan multikultural di atas, dapat diambil beberapa pemahaman, antara lain; pertama, pendidikan multikultural merupakan sebuah proses pengembangan yang berusaha meningkatkan sesuatu yang sejak awal atau sebelumnya sudah ada. Karena itu, pendidikan multikultural tidak mengenal batasan atau sekat-sekat sempit yang sering menjadi tembok tebal bagi interaksi sesama manusia;
Kedua, pendidikan multikultural mengembangkan seluruh potensi manusia, meliputi, potensi intelektual, sosial, moral, religius, ekonomi, potensi kesopanan dan budaya. Sebagai langkah awalnya adalah ketaatan terhadap nilai-nilai luhur. Pluralitas dan heterogenitas adalah sebuah keniscayaan ketika berada pada masyarakat sekarang ini. Dalam hal ini, pluralitas bukan hanya dipahami keragaman etnis dan suku, akan tetapi juga dipahami sebagai keragaman pemikiran, keragaman paradigma, keragaman paham, keragaman ekonomi, politik dan sebagainya. Sehingga tidak memberi kesempatan bagi masing-masing kelompok untuk mengklaim bahwa kelompoknya menjadi panutan bagi pihak lain. Dengan demikian, upaya pemaksaan tersebut tidak sejalan dengan nafas dan nilai pendidikan multikultural.
Keempat, pendidikan yang menghargai dan menjunjung tinggi keragaman budaya, etnis, suku dan agama. Penghormatan dan penghargaan seperti ini merupakan sikap yang sangat urgen untuk disosialisasikan. Sebab dengan kemajuan teknologi telekomunikasi, informasi dan transportasi telah melampaui batas-batas negara, sehingga tidak mungkin sebuah negara terisolasi dari pergaulan dunia. Dengan demikian, privilage dan privasi yang hanya memperhatikan kelompok tertentu menjadi tidak relevan. Bahkan bisa dikatakan pembusukan manusia oleh sebuah kelompok.
2. Urgensi Pendidikan Multikultural di Indonesia..
Manusia dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Manusia sepanjang hidupnya melaksanakan pendidikan. Bila pendidikan bertujuan membina manusia yan
Read more »
Go to link download
Labels:
berbasis,
dan,
multikultural,
pendidikan,
perdamaian
Friday, September 30, 2016
Belajar Pemrograman Berbasis Web Apa itu PHP
Belajar Pemrograman Berbasis Web Apa itu PHP
Haloo sobat kali ini kita akan Belajar Pemrograman Berbasis Web, Apa itu PHP? saya sendiri juga lagi belajar maka saya kan akan ajarkan dasar dasarnya saja oke lansung saja simak dibawah ini bro langsung saja
Apa Itu PHP(Hypertext Prepocessor)?
Merupakan bahasa pemrograman web yang dapat disisipkan dalam script HTML.
Tujuannya membantu para pengembang web untuk membuat web dinamis dengan cepat.
Mengurangi waktu untuk membuat web berskala besar.
Mampu menciptakan web interaktif.
Menciptakan berbagai tool untuk keperluan online.

Modal Dasar MempelajariPHP
pada dasarnya kiat mempelajari kita pemrograman berbasis bew kiat cukup mempelajar pemrograna HTML kalau lebih baikm juga kita mempeljari Dasar-dasar pemrograman (C/C++ lebih baik) karna kita juga akan bermain dengan logika
Aplikasi Yang Diperlukan
aplikasi yang diperlukan untuk mempelajari pemrograman web yaitu seperti:
Web server (Apache, IIS, Personal Web Server/PWS)
PHP server (dapat didownload di PHP.net)
Database server (MySQL, Interbase, MS SQL, dll)
Web Editor (Dreamweaver, Frontpage, dll)
Oke itu sedikit tentang Belajar Pemrograman Berbasis Web, Apa itu PHP? semoga rtikel kali ini bermanfaat bagi kita semua akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih.
baca juga artikel salanjutnya.
Go to link download
Saturday, September 17, 2016
Smartphone Android Berbasis Inter dari Acer Diluncurkan
Smartphone Android Berbasis Inter dari Acer Diluncurkan
Ponsel bersistem operasi Android Ice Cream Sandwich itu memiliki prosesor Intel Atom Z2420. Dapur pacunya didukung dengan RAM 1 GB DDR2, serta kapasitas penyimpanan 4 GB eMMC.
Acer melengkapi produk terbarunya dengan dua kamera, masing-masing 8 MP (belakang) dan 0.3 MP (depan). Untuk menunjang aktifitas fotografi penggunanya, pada ponsel berlayar 4,3 inch itu juga disertakan fitur burst shot 5fps.
"Liquid C1 (dengan Intel di dalamnya), akan memberi kamu performa yang baik dan baterai yang tahan lama," ujar Presiden Director Acer Indonesia, Jason Lim, di Jakarta, Rabu (6/3).
Dia mengklaim, kekuatan baterai 200 mAh-nya bisa tahan 400 jam standby dan penggunaan maksimalnya 9 jam. Liquid C1 menyediakan konektivitas Wi-Fi, Bluetooth, serta Micro USB untuk terhubung dengan perangkat lain.
Acer mematok produk terbarunya itu dengan harga Rp2,8 juta termasuk garansi 3 tahun. (aef/ant)
Go to link download
Labels:
acer,
android,
berbasis,
dari,
diluncurkan,
inter,
smartphone
Subscribe to:
Posts (Atom)