Thursday, October 13, 2016

Pengamatan dan Tanggapan dalam Psikologi

Pengamatan dan Tanggapan dalam Psikologi





BAB I
PENDAHULUAN


1.       Latar Belakang
Dalam proses pembelajaran pendidikan agama islam, banyak sekali perilaku-perilaku psikologis yang harus dipahami oleh guru. Salah satunya yakni mengenai aktivitas-aktivitas kejiwaan siswa. Oleh karenanya disini penulis akan menyajikan bahasan tentang pengamatan,dantanggapan sebagai aktivitas awal dan dasar dari seorang siswa dalam belajar.
2.      Rumusan Masalah
        1)      Apakah yang dimaksud Pengamatan dan Tanggapan?
        2)      Bagaimana proses terjadinya Pengamatan dan  Tanggapan?
        3)      Bagaimana jenis dan fungsi dari Pengamatan dan Tanggapan?
               
3.      Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah agar mengerti apa definisi dari Pengamatan dan Tanggapan berikut proses terjadinya, jenis serta fungsinya dan kedepannya mampu menyikapi aktivitas-aktivitas manusia tersebut dalam proses belajar-mengajar.




BAB II
PEMBAHASAN
PENGAMATAN
               Pengamatan merupakan proses belajar mengenal segala sesuatu yang ada di sekitar kita dengan menggunakan alat indera kita. Dengan kehendak-Nya, Allah membekali manusia dan hewan dengan segala keperluan dan fungsi yang mereka perlukan untuk tetap bisa melestarikan hidupnya.Sebagaimana firman Allah:
?????? ???? ?????? ?????? ??????? ??????????? ????????
Artinya: “Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan gajah?”(QS. Al-Fiil:1)
               Secara tidak langsung ayat tersebut memerintahkan agar kita melakukan suatu pengamatan terhadap sesuatu agar kita mengetahui apa yang dikandungnya.
               Pengamatan itu sendiri dalam pengertian sempit merupakan proses menginterpretasikan sesuatu, dengan jalan: mengenali “tanda-tanda” sebagai alatnya, dan pengertian-pengertian tertentu sebagai tujuan pengamatan.
               Syah (1996: 118) menyatakan bahwa pengamatan artinya proses menerima, menafsirkan, dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indra-indra seperti mata dan telinga. Berkat pengalaman belajar, seorang siswa akan mampu mencapai pengamatan yang benar objektif sebelum memperoleh pengertian. Pengamatan yang salah akan mengakibatkan timbulnya pengertian yang salah pula.
Manusia memiliki indra untuk mengamati segala sesuatu yang ada dalam lingkungannya. Dari hasil pengamatan itu tinggallah kes

Go to link download