Monday, October 10, 2016
Makalh Lingkungan dan Hereditas 2
Makalh Lingkungan dan Hereditas 2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Masing-masing individu lahir ke dunia dengan suatu hereditas tertentu. Ini berarti, bahwa karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan/pemidahan dari cairan-cairan germinal (awal perkembangan) dari pihak orang tuanya. Disamping itu individu tumbuh dan berkembang tidak lepas dari lingkungannya, baik lingkungan pisis, psikologi,
maupun lingkungan sosial. Setiap pertumbuhan dan perkembangan yang kompleks merupakan hasil interaksi dari pada hereditas dan lingkungan. Agar kita dapat mengerti dan mengontrol perkembangan tingkah laku manusia, kita hendak mengetahui hakikat dan peranan dari masing-masing (hereditas dan lingkungan).
maupun lingkungan sosial. Setiap pertumbuhan dan perkembangan yang kompleks merupakan hasil interaksi dari pada hereditas dan lingkungan. Agar kita dapat mengerti dan mengontrol perkembangan tingkah laku manusia, kita hendak mengetahui hakikat dan peranan dari masing-masing (hereditas dan lingkungan).
B. Rumusan Masalah
Dalam pembahasan materi ini, dan agar tersusun secara sistematis dan efisien, maka timbulah bebrapa rumusan masalah, yang diantaranya :
1. Apakah Pengertian Hereditas dan lingkungan ?
2. Apa saja PengaruhHereditas dan lingkungan ?
3. Apa Hubungan antara Hereditas dan lingkungan ?
C. Tujuan dan Manfaat
Dalam membahas materi ini, tujuan yang dapat diambil adalah :
1. Untuk mengetahui tentang hereditas dan lingkungan.
2. Untuk mengetahui pengaruh hereditas terhadap pertumbuhan,perkembangan dan
proses Belajar manusia
3. Untuk mengetahui pengaruh lingkunan terhadap pertumbuhan,perkembangan dan
proses Belajar manusia
4. Untuk mengetahui hubungan antara hereditas dan lingkungan.
BAB II
PENBAHASAN
A. Hereditas Dan Lingkungan
Pendidikan merupakan suatu proses ketika kemampuan manusia (bakat dan kemampuan yang diperoleh) hendak dikembangkan secara terus menerus. Kemampuan (bakat) merupakan faktor dasar, sedangkan kemampuan yang diperoleh merupakan faktor sebagai konsekuensi dari interaksi individu dengan lingkungannya. Faktor pertama dalam terminologi para psikolog dikenal dengan istilah potensi bawaan (heredity), sedangkan faktor kedua dinamakan dengan lingkungan (environment). (Baharuddin, 2010: 70-71)
1. Pengertian hereditas
Setiap individu yang lahir ke dunia dengan suatu hereditas tertentu. Hereditas pada individu merupakan bawaan sejak lahir specific genen. Bawaan/warisan atau hereditas tersebut berasal dari kedua orang tuanya (Genes) dan tidak dapat direkayasa. Bawaan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir membawa berbagai ragam warisan yang berasal dari kedua ibu-bapak atau kakek-nenek.
Menurut Witherington, hereditas adalah suatu proses penurunan sifat-sifat atau benih dari generasi ke generasi lain, melalui plasma benih, bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh.
Sedangkan menurut Wikipedia, hereditas adalah pewarisan watak dari indukke keturunannya baik secara biologis melalui gen(DNA) atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial.
Jadi, dapat dikatakan bahwa hereditas adalah pewarisan atau pemindahan biologis, karakteristik individu dari pihak orang tua.
Berdasarkan uraian atau definisi yang dikemukakan di atas, dapat dipahami bahwa:
a) Hereditas adalah pewarisan sifat-sifat fisik dan psikologi serta pola-pola pertumbuhan lainnya yang secara biologis diwarisi oleh setiap anak dari orang tuanya melalui prises genetis.
b) Hereditas itu akan membentuk perkembangan dengan memberikan/menyediakan potensi-potensi dan kemungkinan-kemungkinannya yang akan diwujudkan melalui proses belajar dengan ditunjang oleh faktor-faktor lingkungan.
a) Hereditas adalah pewarisan sifat-sifat fisik dan psikologi serta pola-pola pertumbuhan lainnya yang secara biologis diwarisi oleh setiap anak dari orang tuanya melalui prises genetis.
b) Hereditas itu akan membentuk perkembangan dengan memberikan/menyediakan potensi-potensi dan kemungkinan-kemungkinannya yang akan diwujudkan melalui proses belajar dengan ditunjang oleh faktor-faktor lingkungan.
2. Pengertian lingkungan
Pengertian lingkungan menurut psikologi ialah segala sesuatu yang ada di dalam atau di luar individu yang bersifat mempengaruhi sikap, tingkah laku atau perkembangannya. Lingkungan itu wujudnya dapat berupa benda - benda atau objek-objek alam, orang-orang dan karyanya serta berupa fakta-fakta objektif yang terdapat dalam diri individu, seperti kondisi organ, perubahan -perubahan organ dan lain-lain.
Lingkungan juga terbagi menjadi tiga, yaitu :
1. Lingkungan Dalam, meliputi gizi, peredaran darah, seks, suhu, kesehatan, dll
2. Lingkungan Alam, meliputi iklim, geografis, waktu pagi,siang, dan malam.
3. Lingkungan Sosial, meliputi keluarga, masyarakat, teman, dan organisasi.
Lingkungan dapat diartikan juga secara fisiologis, secara psikologis, dan secara sisio-kultural.
1. Secara fisiologis lingkungan diartikan yaitu meliputi segala kondisi dan material jasmaniah di dalam tubuh manusia.
1. Secara fisiologis lingkungan diartikan yaitu meliputi segala kondisi dan material jasmaniah di dalam tubuh manusia.
2. Secara psikologis lingkungan diartikan yaitu mencakup segenap stimulus (perangsan) yang diterima oleh individu sejak individu itu dilahirkan sampai mati.
3. Secara sosio-kultural lingkungan diartikan yaitu mencakup segenap stimulasi, interaksi dan kondisi eksternal dalam hubungannya dengan perlakuan ataupun karya orang lain.
B. Pengaruh Hereditas dan Lingkungan Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
1. Pengaruh hereditas terhadap pertumbuhan manusia
Ada banyak hal yang dapat disimpulkan dari penjelasan di atas seperti sifat pribadi manusia pada umumnya bergantung pada pengaruh kombinasi genes. Dalam sel-sel ayah dan ibu mereka ada bermacam-macam sel dikarenakan adanya pembiakan sel lalu sel-sel itu bertemu dan berinteraksi menghasilkan organisme baru yang memiliki sifat yang berbeda antara ibu dan ayah mereka.
Kakak-adik itu pada kenyataanya pasti memiliki perbedaan karena tingkat hereditas yang berbeda. Dalam saudara kembar ada pembagian yaitu Fraternal twins(kembar tumbuh dari sel telur berbeda) dan Indentical twins (kembar dari satu sel telur).
Tapi jika penentuan kembar tidak melihat cara lahirnya maka akan lebih mendekati indentical twins. Pada umumnya kembar itu terdapat dalam satu sel telur saja, makanya di dalamnya terdapat genes yang sama pula. Dengan demikian kembar ini lebih disebut sebagai duplikat yang sempurna tapi meski sempurna, hereditas dalam tubuhnya tetap mengalami perbedaan.
Untuk menggambarkan penjelasan mengenai mekanisme hereditas adalah adanya interaksi faktor yang dalam pasangan genes. Hal ini dapat diterangkan dalam banyaknya kasus tentang gen seperti albino, kebutaan, kebotakan,dan yang lainnya. Biasanya itu terjadi karena adanya faktor hereditas pada orang tua mereka. Jika orang tua keduanya membawa genes untuk albino maka keturunanya akan mengalami albino (kulit bule). Bila normal maka yang dibawa adalah pigmen asli atau normal (CC). Jika hanya salah satu yang membawa maka sebagian kulitnya akan mengalami bule atau albino (Cc) individu ini disebut dengan heterozygous.Individu pigmen normal dan albino disebut dengan individu yang homozygous.
Individu laki-laki dan perempuan ditentukan sepasang kromosom yang disebut the sex chromosomes. Dan dalam setiap kromosom ada pembagian yaitu kromosom X dan Y ini dimiliki oleh ayah sedangkan pihak ibu hanya memiliki kromosom X saja. Untuk memperoleh keturunan perempuan maka kromosom X dari ayah dan X dari ibu bertemu. Jika ingin memiliki laki-laki maka kromosom yang bertemu dengan kromosom ibu adalah kromosom ayah yang Y. Oleh karenanya penentuan ada tidaknya anak laki-laki yang dimiliki sebuah keluarga bergantung dari ada tidaknya pengaruh kromosom Y dari ayah.
Dalam perkembangan selanjutnya setiap individu pasti memiliki genes tersendiri. Dan genes itu berguna untuk menentukan bagaimana perkembangan individu selanjutnya. Jika kromosom X yang dimiliki lebih dominan maka akan tumbuh sifat wanitanya yang kuat. Sebaliknya jika yang Y maka kelelakiannya akan tumbuh dengan pesat. Makanya ada istilah waria (wanita-pria) dan prinita (pria-wanita) dikarenakan adanya hal itu. Semua hal yang berhubungan dengan fisik seorang individu pasti tidak lepas dari pengaruh hereditas.
2. Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan manusia
Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bergantung pada keadaan lingkungan anak itu sendiri serta jasmani dan rohaninya.
1. Keluarga
Keluarga memiliki peranan dalam upaya pengembangan pribadi anak perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nlai- nilai kehidupan, baik agama maupun social budaya yang diberikannya merupakan factor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat.
Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga berada, umumnya sehat dan cepat pertumbuhan badannya dibandingkan dengan anak dari keluarga miskin. Jadi keluarga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan, terutama ekonomi rumah tangga serta kemampuan orang tua dalam merawat pertumbuhan jasmani anak.
2. Sekolah
Sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama untuk kecerdasannya. Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya menentukan pola pikir serta kepribadian anak.
3. Masyarakat
Anak-anak yang dibesarkan di kota berbeda pola piker dan sikapnya dengan anak yang tinggal di desa. Anak kota umumnya lebih bersikap dinamis dan aktif bila dibandingkan anak desa yang cenderung bersikap statis dan lamban.
4. Teman Sebaya
Kelompok teman sebaya mempunyai peranan yang cukup penting terutama pada saat terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat pada beberapa dekade terakhir ini yaitu :