Thursday, October 13, 2016

JABARIYAH DAN QODARIYAH

JABARIYAH DAN QODARIYAH


JABARIYAH DAN QODARIYAH





PENDAHULUAN


a. Jabariyah
            Kaum Jabariyah berpendapat sebaliknya dari Qadariyah, manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya. Manusia dalam paham ini terikat pada Kehendak Mutlak Tuhan. Jadi nama Jabariyah berasal dari kata ‘jabara’ mengandung arti memaksa.
Di dalam aliran ini memang terdapat paham bahwa manusia mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa, paham ini biasa disebut juga fatalism atau predestination. Perbuatan-perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh qada dan qadarTuhan

 
b. Qadariyah
            Qadariyah berasal dari kata ‘qadara’ yang berarti memutuskan dan memiliki kekuatan atau kemampuan. Hal ini terlihat dalam pokok pikiran Qadariyah yang lebih menekankan pada kebebasan dan kekuatan manusia dalam menentukan atau mewujudkan perbuatan-perbuatannya tanpa ada campur tangan Tuhan. Beberapa tokoh ulama aliran ini adalah Ma’bad al Juhani dan Ghailan al Dimasyqi, kedua tokoh inilah yang pertama kali mempersoalkan tentang qadar, namun keduanya juga mati terbunuh.
Aliran Qadariyah dan Jabariyah, keduanya membahas masalah perbuatan manusia, namun punya perbedaan dalam penentuan hasil dari perbuatan itu, apakah manusia punya kebebasan sepenuhnya atau ada campur tangan Tuhan di dalamnya.
Dalam hal ini, kita bisa mengetahui asal-usul,para pemuka dan dokrin-dokrinya yang akan dibahas.



PEMBAHASAN


A.    Asal-Usul Jabariyah

Kata jabariah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa. Di dalam Al-Munjid, di jelaskan bahwa nama jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskannya melakukan sesuatu. [1]
Dalam bahasa Inggris, jabariyah disebut fatalisme, yaitu paham yang menyebutkan bahwa perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh qadhadan qadar Tuhan. [2]
Untuk mengenai asal-usul kemunculan dan perkembangan jabariyah, ada yang melahirkan dan menyebarluaskan faham al-jabar dan dalam situasi apasaja faham ini muncul.
Faham al-jabar pertama kali diperkenalkan oleh ja’d bin Dirham kemudian disebarkan oleh jahm bin shufwan dari khusaran. [3] Namun, dalam perkembangannya,faham al-jabar juga dikembangkan oleh tokoh lainnya diantaranya Al-Husain bin Muhammad An-Najjar dan Ja’d bin dirrar.