Sunday, October 9, 2016
Makalah Mutazilah
Makalah Mutazilah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG MASALAH
Setelah nabi wafat, pucuk kepemimpinan umat Islam dipegang oleh Abu Bakar Assidiq. Hal ini mengundang reaksi pada kelompok lain yang menganggap bahwa pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah pengganti nabi adalah tindakan yang sangat tergesa-gesa dan tanpa berunding dengan ahlul bait, keluarga dan para yang sedang sibuk dengan upacara pemakaman. Kelompok inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya syiah.
Syiah baru benar-benar muncul ketika berlangsung peperangan antara Ali dan Muawiyah yang dikenal dengan nama perang siffin. Dalam peperangan ini, sebagai respon atas
penerimaan Ali terhadap arbitrase yang ditawarkan Muawiyah, pasukan Ali terpecah menjadi dua golongan, satu golongan menerima dan mendukung sikap Ali yang disebut dengan Syiah dan satu golongan lain menolak sikap Ali dan keluar dari pasukan Ali yang disebut Khawarij.
Setelah nabi wafat, pucuk kepemimpinan umat Islam dipegang oleh Abu Bakar Assidiq. Hal ini mengundang reaksi pada kelompok lain yang menganggap bahwa pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah pengganti nabi adalah tindakan yang sangat tergesa-gesa dan tanpa berunding dengan ahlul bait, keluarga dan para yang sedang sibuk dengan upacara pemakaman. Kelompok inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya syiah.
Syiah baru benar-benar muncul ketika berlangsung peperangan antara Ali dan Muawiyah yang dikenal dengan nama perang siffin. Dalam peperangan ini, sebagai respon atas
penerimaan Ali terhadap arbitrase yang ditawarkan Muawiyah, pasukan Ali terpecah menjadi dua golongan, satu golongan menerima dan mendukung sikap Ali yang disebut dengan Syiah dan satu golongan lain menolak sikap Ali dan keluar dari pasukan Ali yang disebut Khawarij.
Sedangkan Kaum Mutazilah adalah suatu kaum yang membikin heboh dunia Islam selama 300 tahun pada abad-abad permulaan Islam. Kaum Mutazilah pernah dalam sejarahnya membunuh ribuan ulama Islam, di antarnya ulama Islam yang terkenal Syeikh Buwaithi, imam pengganti Imam SyafiI, dalam suatu peristiwa yang dinamai Peristiwa Quran mahluk.
Imam Ahmad bin Hambal, pembangun Madzhab Hambali, mengalami pula siksaan dalam penjara selama 15 tahun, akibat peristiwa itu.
Paham Mutazilah telah tersebar dan berkuasa pada masa-masa Khalifah Mamun bin Harun Rasyid, Khalifah al Mutashim bin Harun Rasyid, dan Khalifah al Watsiq bin al- Mutashim sekitar abad-abad ketiga, ke-empat dan kelima Hijriyah.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, penyusun merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang menjadi latar belakang kemunculan Mutazilah?
Berdasarkan latar belakang diatas, penyusun merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang menjadi latar belakang kemunculan Mutazilah?
2. Apa saja Al-Ushul Al-Khamsah ( lima ajaran dasar teologi Mutazilah ) itu?
3. Apa pengertian dan latar belakang kemunculan Syiah ?
4. Apa sekte-sekte Syiah dan doktrin-doktrin pokoknya ?
3. Apa pengertian dan latar belakang kemunculan Syiah ?
4. Apa sekte-sekte Syiah dan doktrin-doktrin pokoknya ?
1.3. TUJUAN PEMBAHASAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang:
1. Latar belakang kemunculan Mutazilah
Berdasarkan rumusan masalah diatas, penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang:
1. Latar belakang kemunculan Mutazilah
2. Al-Ushul Al-Khamsah ( lima ajaran dasar teologi Mutazilah )
3. Pengertian dan latar belakang kemunculan Syiah
4. Sekte-sekte Syiah dan doktrin-doktrin pokoknya
4. Sekte-sekte Syiah dan doktrin-doktrin pokoknya
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Latar Belakang Kemunculan Mutazilah
Secara harfiah kata Mutazilah berasal dari Itazala yang berarti berpisah atau memisahkan diri, yang berarti juga menjauh atau menjauhkan diri.[1]
Ada beberapa pendapat yang menerangkan apa sebab-sebab kaum ini dinamai kaum Mutazilah, yaitu :
2.1.1. Ada seorang guru besar di Baghdad, namanya Syeikh Hasan Bashri (meninggal tahun 110 H). Di antara muridnya ada seorang yang bernama Watsil bin Atha (meninggal tahun 131 H). Pada suatu hari Imam Hasan Bashri menerangkan bahwa orang Islam yang telah iman pada Allah dan Rasul-Nya, tetapi ia kebetulan mengerjakan dosa besar, maka orang itu tetap muslim tetapi muslim yang durhaka. Di akhirat nanti, kalau ia wafat sebelum taubat dari dosanya, ia dimasukkan ke dalam neraka buat sementara untuk menerima hukuman atas perbuatan dosanya, tetapi sesudah menjalankan hukuman ia dikeluarkan dari dalam neraka dan di masukkan ke dalam surga sebagai seorang mumin dan muslim. Watsil bin Atha tidak sesuai dengan pendapat gurunya itu, lantas ia keluar dari majelis gurunya dan kemudian mengadakan majelis lain di suatu pojok dari Masjid Basrah itu. Oleh karena ini maka Watsil bin Atha dinamai kaum Mutazilah, karena ia mengasingkan diri dari gurunya. Dalam mengasingkan diri ini ia diikuti oleh seorang temannya yang bernama Umar bin Ubaid.
2.1.2. Ada yang mengatakan bahwa dinamai Mutazilah ialah karena mengasingkan diri dari masyarakat. Orang-orang Mutazilah ini pada mulanya adalah orang-orang syiah yang patah hati akibat menyerahnya Khalifah Hasan Bin Abi Thalib kepada Khalifah Muawiyah dari Bani Umayyah. Mereka menyisihkan diri dari siasah (politik) dan hanya mengadakan kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan. Demikian dikatakan oleh Abdul Hasan Tharaifi, pengarang buku Ahlul Hawa wal Bida, yang dikutip oleh Muhammad Abu Zaharah dalam bukunya yang bernama As Syafii, pagina 117.
2.1.3 .Ada penulis-penulis lain yang mengatakan bahwa kaum Mu;tazilah itu adalah kaum yang mengasingkan diri dari keduniaan. Merka memakai pakaian yang jelek-jelek, memakai kain yang kasar-kasar, tidak mewah dalam hidupnya. Keterangan ini pun sangat lemah, karena dalam kenyataannya kemudian, banyak kaum Mutazilah yang gagah-gagah, mempunyai rumah dan kendaraan yang mewah.
2.2. Al-Ushul Al-Khamsah ( lima ajaran dasar teologi Mutazilah )
Lima dasar-dasar pokok ajaran Mutazilah yang tertuang dalam al-ushul al khamsah adalah at-tauhid (peng Esaan Tuhan), al-adl (keadilan Tuhan), al-waad wa al waid (janji dan ancaman tuhan), al-manzilah bain al-manzilatain(posisi di antara dua posisi), dan al-amr bi al-maruf wa al-nahy munkar (menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran)
Tauhid kaum Mutazilah tidak mengakui adanya sifat-sifat Tuhan, tetapi Tuhan adalah Zat yang tunggal tanpa sifat. Tuhan mendengar dengan Zat-Nya,Tuhan melihat dengan Zat-Nya, Tuha brkata dengan Zat-Nya. Sifat Tuhan tidak ada, kata kaum Mutazilah. Karena itu mereka memfatwakan dan bahkan pernah memaksa orang supaya meyakini bahwa Al-Quran itu makhluk, bahwa Al-Quran itu hadits bukan kalam Allah yang qadim. Fatwa ini telah menghebohkan dunia islam dan membunuh beribu-ribu ulama islam pada abad ke 11 Hijriyah dalam peristiwa yang dinamai Peristiwa Quran makhluk.