Monday, October 24, 2016

Makalah BK Bimbingan Penyuluhan

Makalah BK Bimbingan Penyuluhan



MAKALAH
KOMPONEN BIMBINGAN KONSULTASI

Disusun
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Bimbingan Penyuluhan”

Dosen Pembimbing
AGUSTIN ISTIQLALIYAH, M.Ag

Disusun oleh:
Aena Barokatuz Zahroh
Heri Mustofa
Siti Hanifah
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT)
AL-MUSLIHUUN
TLOGO-KANIGORO-BLITAR




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik,baik secara perorangan maupun berkelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial,bimbingan belajar, dan bimbingan karir melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling , Prinsip-prinsip bimbingan harus diterjemahkan kedalam program-program sebagai pedoman pelaksanaan di sekolah.
 Di dalam membuat program tersebut,kerjasama konselor dengan personel lain di sekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan. Kerjasama ini akan menjamin tersususnnya program bimbingan dan konseling yang komprehensif, memenuhi sasaran, serta realistik. Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah atau madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseling, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik,emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual). Program bimbingan dan konseling mengandung empat komponen pelayanan, yaitu pelayanan dasar bimbingan, pelayanan responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem.



B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Pengertian Dasar
2.      Konselor Sekolah Sebagai Konsultan
3.      Konsultasi Dengan Berbagai Pihak







BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN DASAR

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988), kata konsultasi diartikan sebagai “pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan (misal: nasihat, saran) yang sebaik-baiknya”. Kata konsultan diartikan sebagai “orang (ahli) yang tugasnya memberi petunjuk, atau nasehat dalam suatu kegiatan”. Kata berkonsultasi diartikan sebagai “bertukar pikiran atau meminta pertimbangan dalam memutuskan sesuatu (misal: tentang usaha dagang), meminta nasehat (misal: tentang nasehat, pendidikan).
Dalam buku karangan Shertzer dan Stone, Fundamentals of Guidance (1981), dikutip beberapa perumusan tentang konsultasi yang diambil dari sumber-sumber literature professional, antara lain:
1.      D.B.Keat, yang merumuskan konsultasi dalam lingkungan institusi pendidikan sebagai: “a process in which the consultant and the consultee collaborate to develop means of assisting students”.
2.      G. Caplan, yang merumuskan konsultasi sebagai: “a process of interaction  between two professional persons the consultant…and the consultee who involves the consultant’s help in regard to a current problem with whichhe is having some difficulty…”
3.      A.Y. Bindman, yang merumuskan konsultasi sebagai: “ an interaction process or interpersonal relationship that takes place between two professional workers…in which one workers, the konsultan, assists the other worker, the consultee, solve a mental heal